TES BERITA POPULER

Thursday, 24 April 2014

Bukan Hanya AK, Inilah Korban Lain Kasus JIS

BeritaPopuler - Semakin ditelusuri, kasus Jakarta International School (JIS) semakin ‘gila’. Seperti diprediksi sebelumnya, korban pelecehan di sekolah yang kurikulumnya berasal dari AS itu bukan hanya AK seorang. Inilah korban-korban lain yang mulai ‘berani’ membuka kasusnya:

1. Siswa SD JIS

Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) berusia 9 tahun juga menjadi korban pelecehan di JIS. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh mengungkapkan bahwa korban pernah diperkosa hingga pingsan di toilet. Namun kasus itu ditutup rapat oleh JIS.

Menurut Asrorun, orangtua korban sempat melapor ke pihak sekolah, namun tak mendapat tanggapan. Bahkan, JIS menutupi kasus itu.

Sumber: Merdeka.com

2. Siswa TK JIS Teman AK

AK bukanlah satu-satunya siswa Taman Kanak-kanak (TK) JIS yang mengalami pelecehan seksual di sekolah. KPAI melaporkan satu korban lagi siswa TK JIS. Ia adalah siswa laki-laki teman sekelas AK.

KPAI telah membawa kasus itu ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Untuk sementara ini laporan masih berupa tindak kekerasan fisik, tetapi tidak menutup kemungkinan dugaan pelecehan seksual juga.

Menurut Komisioner KPAI Putu Elvina, laporan ini bisa menjadi bukti baru untuk mencari pelaku lainnya mengingat baru dua orang yang ditetapkan tersangka, yakni Agun dan Firjiawan.

Sumber: Republika.co.id

Kemungkinan Korban Lainnya

Tidak menutup kemungkinan, kasus AK dan dua siswa di atas barulah puncak dari fenomena gunung es kasus pelecehan di JIS. Pasalnya, pihak sekolah dinilai kurang kooperatif terhadap penyelidikan. Terlebih lagi, baru-baru ini juga terungkap, monster pedofilia William James Vahey yang menurut informasi FBI pernah memperkosa 90 anak juga pernah mengajar selama 10 tahun di JIS, tepatnya pada tahun 1992-2002. (B2)

Mengapa Obama Minta Kasus JIS Dipendam?

BeritaPopuler - Di tengah semakin derasnya tuntutan masyarakat agar kasus pelecehan seksual yang terjadi di jakarta International School (JIS) diungkap setuntas-tuntasnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menelepon Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) agar meredam kasus tersebut.

Seperti diberitakan Harian Terbit, Obama dikabarkan telah menelepon SBY beberapa hari setelah kasus JIS mencuat. Ia meminta agar kasus JIS diredam.

Mengapa Obama meminta SBY meredam kasus JIS? Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat, Hayono Isman mengatakan, sekolah tersebut adalah sekolah bertaraf internasional sehingga kasus yang terjadi akan menjadi sorotan internasional. Dengan alasan seperti itu, bisa saja Obama menelepon SBY untuk meredamnya.

"Kasus JIS adalah sesuatu yang tidak boleh diremehkan. Kalau pemerintah tidak bertindak cepat, ini akan menjadi sesuatu yang berbahaya. Apalagi, JIS adalah sekolah internasional dan pasti mendapat sorotan internasional. Jadi, kalau Obama menelpon Pak SBY, bisa-bisa aja, mungkin-mungkin aja," katanya seperti dikutip Harian Terbit, Senin 21 April 2014.

Seperti diketahui, kurikulum JIS berasal dari AS. JIS juga diakreditasi oleh Western Association of Schools and Colleges dan Council of International Schools. JIS diproyeksikan sebagai salah satu sekolah terbaik di luar negeri untuk mempersiapkan siswa masuk universitas di AS. Hal-hal tersebut menjadikan AS memiliki kepentingan di JIS.

Kasus JIS kini bukan hanya menjadi sorotan media dalam negeri. Kasus JIS telah menjadi sorotan internasional. Pasalnya, siswa TK JIS korban sodomi hingga saat ini masih trauma dan tidak mau mengenakan celana. Mencuatnya kasus ini juga membuat keluarga korban lainnya mengungkapkan kasus lainnya yang selama ini ditutupi oleh JIS. (B2)

Thursday, 17 April 2014

5 Aksi Terheboh Caleg Stres

ilustrasi caleg gila
BeritaPopuler - Pemilu legislatif yang berlangsung pada 9 April 2014 menyisakan berbagai masalah. Diantaranya, banyak caleg stres setelah mengetahui dirinya gagal melenggang ke gedung dewan. Aksi-aksi mereka pun bikin heboh media massa.

Berikut ini 10 aksi terheboh caleg stres karena gagal menjadi aleg:

1. Menangis terus di rumah sakit
Caleg ini dibawa ke Poliklinik Kejiwaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) W.Z. Johannes Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 12 April 2014 lalu. Caleg ini, yang oleh keluarganya tak mau disebutkan namanya, stres berat mengetahui dirinya kalah. Menurut keluarganya, ia ditipu oleh tim S-nya.

"Kasihan Bapak. Dia ditipu oleh timnya sendiri. Sudah banyak uang yang dikeluarkan. Mereka hanya mau uang," kata salah seorang anggota keluarganya yang mengantar ke RSUD. Begitu tiba di RSUD, caleg ini terus menangis. Oleh petugas, ia hanya diberi obat jalan dan kemudian diperbolehkan pulang.

2. Telanjang dan teriak-teriak
Pondok Pesantren Dzikrussyifa Asma Berojomusti, Paciran, Lamongan , Jawa Timur, merupakan salah satu pondok pesantren yang bersedia menampung caleg-caleg stres untuk diobati secara spiritual. Menurut K.H. Muzzakin, pesantren yang dipimpinnya menerima sedikitnya 40 caleg stres dari berbagai penjuru tanah air. Mulai dari Jawa Timur sendiri, hingga Jakarta, Banten, hingga Kalimantan barat.

Di pesantren ini, caleg-caleg yang stres bertingkah aneh. Diantaranya sampai ada yang telanjang dan teriak-teriak di pesantren. Setelah ditelusuri, ternyata caleg tersebut telah menghabiskan Rp.700 juta untuk menjadi caleg DPRD Sidoarjo. Namun, suara yang didapatkannya tidak sepadan dengan uang yang dikeluarkannya.

3. Mengamuk dan menganiaya tim sukses
Di Palembang, seorang caleg yang tidak terpilih mengamuk dan menganiaya tim suksesnya dengan menggunakan senjata api. Alhasil, kepala korban pun bocor dipopor gagang senjata.

Dengan kondisi kepala bocor, Dul Khoiri, melapor ke Polresta Palembang, Rabu 16 April 2014. Dalam laporannya, korban mengaku dikeroyok dan dianiaya oleh Muhammad Abduh, caleg Partai Nasdem dan adiknya bernama Bayu.

Khoiri mengakui, dirinya sebagai tim sukses Abduh, tidak dapat memenangkan perolehan suara pada pemilu legislatif 9 April lalu. Tidak terima dengan kekalahan itu, M Abuh menuntut Khoiri mengembalikan semua uang yang telah dikeluarkan. Namun karena uangnya telah habis untuk menyuap para pemilih, keduanya emosi dan mengeroyok korban.

4. Mengusir keluarga miskin
Kelik, warga kota Subulussalam diusir seorang caleg Partai Hanura yang gagal dalam pemilu legislatif 9 April lalu. Kelik mengaku, sebenarnya ia sudah mencoblos caleg yang dianggapnya sebagai abang sendiri itu. Namun karena ada isu bahwa Kelik memilih caleg lain, ia pun disuruh pindah dari rumah yang dibangun di atas tanah sang caleg.

"Padahal saya memilih beliau saat pencoblosan, tetapi kemungkinan ada yang mengisukan saya tidak mendukung beliau hingga terjadilah peristiwa ini. Akhirnya saya memutuskan pindah sajalah," kata Kelik yang ditemui di sela kesibukannya membangun tempat tinggal baru di atas lahan yang dipinjamkan oleh seorang kerabatnya.

5. Blokir jalan desa
Seorang caleg dari Partai Golkar memblokir aksis jalan desa di sekitar rumahnya di Nusa Penida, Klungkung, Bali. Pasalnya, ia kecewa tidak didukung oleh warga sekitar pada Pemilu legislatif 9 April lalu.

Dengan menggunakan batako, I Ketut Rai yang mendapat nomor urut 5 pada kartu suara itu memblokade jalan. Akibatnya, warga pun kesulitan ketika hendak bepergian. (A1)

Marah, Warga Desa Ini Ikat Maling Motor di Sarang Semut Beracun

BeritaPopuler - Dua pemuda yang mencuri motor nyaris tewas setelah dihukum warga. Mereka diikat di pohon yang dipenuhi kawanan semut beracun selama tiga hari berturut-turut.

Penduduk di kawasan hutan Amazon, Ayopaya, Bolivia Barat sengaja menghukum dua pemuda berusia 18 dan 19 tahun pelaku pencurian motor itu. Mereka baru dibebaskan pada Sabtu pekan lalu setelah keluarganya membayar uang tebusan sebesar 2.211 pund sterling. Uang kompensasi atas motor yang hilang itu terbilang mahal. Nilainya yang setara Rp42 juta, hampir sama dengan upah warga Bolivia selama empat tahun.

Diikat di pohon bersemut mematikan selama tiga hari membuat kedua maling motor itu langsung kritis dan seorang lagi hancur ginjalnya.

"Mereka mengalami kondisi yang sangat parah, hampir tewas, karena diserang oleh gerombolan semut beracun," ujar Dr. Roberto Paz yang bertugas di Bolivia Cochabamba hospital, seperti dikutip Visordown, Selasa, 15 April 2014.

Semut pseudomyrmex triplarinus (semut api) hidup di pohon Triplaris yang tumbuh di kawasan Amerika Tengah hingga Selatan. Racun semut api dikenal sangat mematikan. Dalam dosis kecil, semut itu biasa digunakan untuk pengobatan rematik. (B2)